Sabtu, 29 Juni 2013

#EdisiMenikah

Bismillah...
Assalamualaykum,
Hari ini pengin ngebahas tentang menikah, setelah saya mengamati pola tingkah beberapa teman-teman saya...

mungkin iya, saya sering dibilang kompor nikah, soalnya saya sering ngomong "Ya udah, nikah sana sama si fulan, daripada pacaran melulu". mungkin. lantas kenapa saya mengkompori orang untuk menikah sementara saya sendiri belum menikah ? 


kenapa saya mengkompori orang ? 
karena saya tau.. saya udah ngerasain bobroknya hidup saya dulu saat pacaran, mencintai makhluk diatas saya mencintai Sang Pencipta Makhluk, saya udah ngerasain gimana rasanya 'mendewakan' makhluk sampai akhirnya saya dijatuhkan habis-habisan oleh si makhluk, saya udah ngerasain gimana rasanya 'saking cintanya' sampai-sampai saya rela dibentak abis-abisan, dimaki abis-abisan, dibikin nangis tiap hari dan sebagainya, dan itu semua tak terjadi dalam setahun tapi dalam kurun waktu 2,5 tahun. itulah salah satu kebodohan saya yang saya anggap terbodoh. dan jodoh saya, saya mohon maaf atas itu semua... semoga kamu rela memaafkannya... siapapun kamu..


terus kenapa belum menikah ?
jawabannya ada pada Allah swt... berkali saya mengatakan, sejak dulu saya sudah berniat menikah muda, bukan, bukan atas dasar nafsu, tapi saya tahu pahala besar seorang wanita didapat ketika ia menikah, ketika ia menjadi istri sholehah. saya menunggu hari itu, hari dimana Mitsaqon Ghaliza terucap manis dari lisan seorang laki-laki yang telah Allah swt tuliskan untuk menjadi imam dan ayah bagi anak-anak saya.. saya menunggu hari itu sembari memantaskan diri dan mungkin Allah swt anggap kesabaran saya ini masih belum ada apa-apanya, masih banyak yang harus saya perbaiki dari diri saya. saya yakin, jika Allah swt anggap saya sudah pantas dan layak untuk menjadi seorang makmum, hati sosok yang masih menjadi rahasia-Nya itu pasti akan tergerak. 

Tak peduli meski harus dimulai dari NOL, karena saya belajar dari ibu dan ayah saya : menikah muda dan memulai semuanya dari NOL. dan dari ibu dan ayah saya, saya benar-benar yakin bahwa "menikah itu tidak menghalangi cita-cita, justru lebih indah jika meraih cita-cita itu berdua" dan tentunya "menikah itu mendatangkan rezeki" dan memang Allah swt takkan mengingkari janjinya dalam Q.S An-Nur ayat 32 :

".... jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya..."
 T. Q.S An-Nur:32


banyak hal yang bisa kita pelajari,
saya mengamati, saya mendengar. saya ingat saat mengikuti seminar Pra-Nikah yang diisi oleh Ust Salim, beliau berkata bahwa setiap hari kita perlu ta'aruf dengan pasangan kita, karena setiap hari kita pasti berubah sebab Allah swt Maha Membolak/ikkan Hati manusia. saya berusaha belajar dari Bunda Khadijah r.a yang menjadi penenang ketika Rasulullah menggigil saat pertama kali menerima wahyu, menjadi penghangat dan menjadi obat dikala sakit, saya juga berusaha belajar dari Bunda Aisyah r.a yang selalu membuat Rasulullah tersenyum dan tertawa. meski saya tau, saya takkan sesempurna mereka pada imam saya kelak. dan saya tau, hidup dengan 'orang lain' itu gak akan selalu mulus, akan ada onak dan duri dalam perjalanannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar