Jumat, 21 Juni 2013

Tahun Kedua

Bismillah..
Assalamualaykum,

ini tahun kedua.
tahun kedua dimana keadaan telah berubah. tak lagi sama seperti dulu, lebih tepatnya seperti saat ibu saya masih ada, masih bisa saya temui, masih bisa saya tatap dan masih bisa saya peluk.. meski saya tak pernah banyak berkata karena saya memang bukan anak yang bisa mengungkap dengan kalimat dan dengan cara.. sebab saya sama seperti beliau, memendam. ya, saya memendam rasa cinta yang luar biasa itu pada ibu saya, hanya saja, saya tak mampu mengucap, tak mampu bersikap. tapi satu hal yang saya tau, hati ini begitu menyayangi dan mencintainya...



ini tahun kedua.
tahun kedua dimana keadaan telah berubah. tak lagi sama seperti dulu, saya merindu... lebih tepatnya merindui ayah saya... seorang pria yang kini mulai menua. meski saya tak pernah bercakap panjang lebar padanya sebab sejak saya kecil, beliau selalu sibuk dengan pekerjaannya hingga saya tak pernah bermain dengannya hingga saya merasa ada 'jarak' yang tercipta diantara kami. saya tau, sekarang hanya tinggal beliau yang ada... saya menyayangi dan mencintainya..  dan saya tau, terkadang ada tetesan air mata yang jatuh dari sudut matanya... saya tau, terkadang beliau lelah.. hanya saja, 'jarak' ini membuat saya tak mampu berucap, tak mampu menunjukkan kasih ini lewat sikap...


dan dari mereka berdua saya belajar, belajar arti hidup ini...
dari ibu, saya belajar bagaimana arti ketulusan, kesabaran dan makna memaafkan.. saya belajar arti hidup, ibu yang mengajarkan saya agar kelak menjadi seperti beliau yang selalu setia menemani dan memberi semangat pada ayah sejak mereka hidup dari NOL hingga keadaan seperti saat ini. ya, ibu telah berhasil menjadi wanita yang berada dibalik suksesnya ayah saya. dan saya, ingin seperti beliau, dengan siapapun saya nanti, In Syaa Allah.

dari ayah, saya belajar bagaimana arti semangat dalam meraih mimpi meski saat itu ayah saya, yang notabene juga anak bungsu seperti saya, telah ditinggal nenek saya menghadap Ilahi, tapi beliau tidak menyerah meski hidupnya sempat tak berarah, namun karena tekadnya yang luar biasa, beliau berhasil membuktikan bahwa akhirnya beliau bisa menjadi saat ini.

Ibu...
raga kita memang tak bertemu lagi, tapi In Syaa Allah.. anakmu ini akan menjadi guru ataupun dosen seperti yang engkau inginkan... dan ibu, tunggu linda di Jannah-Nya.. In Syaa Allah... ^^

Ayah...
izinkan anak bungsumu ini membuktikan... bahwa anakmu ini bisa menjadi sepertimu juga...


semoga nanti,
Allah berkenan mengumpulkan kita kembali di surga-Nya..
Aamiin.. Aamiin Allahumma Aamiin..


dan Sang Maha Cinta,
Alhamdulillah karena Engkau telah menciptakan saya dalam keadaan seperti ini, mengenalkan dan mempertemukan saya pada orang-orang tangguh...


ini hidup.
bukan hidup namanya kalau tidak ada tantangan dan cobaan.
dan tantangan dan cobaan ini adalah ujian dari Allah swt.
pertanyaannya adalah : apakah umat-Nya mampu bersabar menghadapi ini semua ?
jawabannya ada di dalam diri masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar