Kamis, 03 Oktober 2013

Catatan 30 Kuliah Kerja Nyata

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaykum pemirsa, 
Postingan ini khusus mau saya bikin tentang 'perjuangan' saya mengikut Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) selama 30 hari bersama rekan-rekan saya yang dulu sempat saya tulis yaaa... cukup mengasikan walaupun faktanya ? wallahu'alam..

Bismillah,
dimulai dari hari pertama,

kelompok kami kehilangan tas ! tas rekan saya yang sebut saja namanya N, dia bendahara kami dan tas berisi uang kas, laptop dan bajunya HILANG. gimana kejadiannya ? Ya, karena saat berangkat menuju lokasi, kami harus berpindah bus sebanyak 4 kali, iya EMPAT KALI, pihak kampus yang nyuruh-nyuruh pindah bus, jadi ya sebanyak itu juga kami harus pindahin barang dan ya, mungkin saat itu tas N ketinggalan. salah kami juga sih mungkin ga teliti. 

begitu sampai di posko, uang saya hilang. ga banyak sih, tapi ya begitulah... berpikir positif aja, bukan rezeki saya mungkin. dan begitulah, saya sering sendirian, baca buku dan kadang wasap-an sama Uni, Diana, Kak Nanda dan Nora. Maka, cerita pun bermula....

Malam itu, 
ada kasus kehilangan uang lagi, kali ini dengan jumlah Rp. 500.000,- .. jadi kami brifing, nah saat brifing.. ketua saya nge-skak saya, jreeeng.. tau katanya apa ? katanya saya bikin kelompok sendiri, gak mau gabung sama mereka. Dan saya bingung, kelompok bagaimana ? secara yang nama kelompok itu terdiri dari dua orang atau lebih sementara saya cuma sendirian, iya, SENDIRIAN .. intinya, dia ngerti gak sih apa itu makna "KELOMPOK" ?!

dan dengan lantang saya melakukan pembelaan, dan disitulah perpecahan dimulai. tau apa yang saya bilang ? saya bilang, saya gak mau ikut dengan mereka, perempuan-perempuan yang sering bercanda mesum, iya, mereka suka bercanda mesum, saya gak suka, ANTI BANGET. saya bilang saya gak suka dengan mereka : laki-laki yang suka seenaknya masuk kamar perempuan tanpa ketok pintu terlebih dahulu. saya bilang saya gak suka dengan mereka yang tidak bisa menghargai prinsip saya yang berusaha tetap mempertahankan diri saya sebagai seorang muslimah. ya, saya beritahu saja.. mereka selalu menganggap bahwa segala urusan itu "URUSAN AKU DAN TUHANKU" jadi mereka mau nyuri, mau mabuk atau apalah namanya, gak usah ikut campur, padahal tugas kita sebagai muslim adalah saling mengingatkan. dan sejak itu saya harus tahan-tahan diri berkumpul bersama orang-orang liberal puncaknya saya bilang SAYA BENCI CANDAAN MEREKA YANG BAWA-BAWA IBU SAYA. akhirnya saya nangis, ya... mungkin ujian itu datang.. sejak awal Kukerta. dan malam itu ada dua orang yang nguatin saya, mereka yang bilang ke saya supaya jangan terpengaruh, pegang teguh prinsip sebagai muslimah. Alhamdulillah...

Pernah juga malam saat brifing selanjutnya, saya kena lagi di forum. saya dibilang gak pernah kerja sama ketua saya. padahal mereka menjadi saksi, SAYA JADI SATU-SATUNYA PEREMPUAN YANG SELALU TURUN KE LAPANGAN, ikutan ngecat gapura dan sebagainya. dan saat itu, ketua saya mungkin mau menguji pengalaman saya berorganisasi yang saya anggap mungkin dari sana dia ingin menjatuhkan saya seolah-olah pengalaman dia LEBIH  daripada saya dengan bertanya pada saya, "Emang udah berapa lama sih kau ikut organisasi, Lin ?"

Kemudian saya jawab dengan tegas kalau saya udah ikut organisasi sejak SMP, iya.. SMP dan saya sudah tau busuk-busuknya dunia politik dalam keorganisasian. ketika saya balik nanya ke ketua, dia diam. Ya, itu bukti kalau ternyata pengalamannya tidak lebih banyak daripada saya. Saya akui, saya memang 'cukup' lama ikut organisasi dan belajar perpolitikan dari dulu.. makanya sekarang saya memilih mundur dari itu. kemarin saya mau diajukan jadi calon ketua BEM fakultas, tapi saya menolak, saya capek dengan politik. Tapi, ketika Kukerta kemarin, semua yang sudah saya vakumkan itu kembali saya buka untuk pembelaan dan perlindungan diri.

kemudian, saya sempat di fitnah oleh seorang teman saya, Sr. Dia fitnah saya sampai ke Bu RT. Tau dia bilang apa ke Bu RT ? Dia bilang kalau saya gak pernah mau nyuci piring, pemalas dan sebagainya. Wallahi, Allah dan temen-teman yang lainnya menjadi saksi atas apa yang saja kerjakan selama ini. dan masalah nyuci piring, ya, laki-laki kadang memang lebih pengertian. Mereka bilang, "Udah Lin, dirimu masak aja di dapur. Untuk urusan nyuci piring biar kami aja nyuci, nanti kaos kakimu basah, jadi terawang, auratmu keliatan nanti" .. Sementara dari perempuan ? Saya malah di fitnah :'( tapi saya diam saja, orang juga bisa lihat dan nilai sendiri.. ga perlu saya sibuk nyari massa kaya yang dilakukan Sr.

Dibalik itu semua, ada teman-teman yang pengertian banget banget dengan saya.. Pertama, FERA .. iya, dia dari fakultas ekonomi.. alhamdulillah saya sering sharing sama dia, dia sering minta jelasin tentang agama yang saya tahu, tentang jilbab syar'i, kisah-kisah para sahabat dan sebagainya.. saat Kukerta, dia menyampaikan niatnya untuk berjilbab syar'i.. dan ya, Alhamdulillah dia pun ikut berjilbab syar'i.. ana uhibbuki fillah, Fera :') terus ada Kak Zu, Kak Mirna, Arif, Rizik, Redy, Giri, Hanapi, Eki.. ya, setidaknya mereka menjadi alasan kenapa saya tetap bertahan dan sabar di sana. mereka suka mengingatkan saya. dan Lia, Ricky, Indra.. mahasiswa UR yang tahu bagaimana keadaan saya sebenarnya, yang selalu mengerti saya dan tidak peduli dengan fitnahan kepada saya. saya sayang kalian.

singkatnya, 
saya tetap mempertahankan prinsip saya sebagai muslimah dan 'otak politik' saya tetap kembali saya mainkan. Ya, sama seperti semester 2 lalu, apa yang tidak benar akan saya lawan terus, tak peduli sedikit massa yang mendukung karena rata-rata mereka adalah para pencari aman. tapi ya, di sana saya ada partner... aktivis kampus yang yang notabene dia sangat terkenal dengan tangan besinya, yang gak satupun civitas akademik berani mengubah keputusannya. dan gerakan bawah tanah pun kami lakukan . hhe..

malam mengeluarkan "eneg-eneg",
saya keluarkan yang perlu saya keluarkan.. saya luruskan apa yang selama ini menjadi fitnahan mereka.. ya, saya bilang ke mereka.. terima kasih karena lewat mereka saya belajar sabar, saya belajar untuk menjadi lebih baik dan belajar untuk tidak memiliki akhlak mazmumah, saya belajar untuk menghargai orang meski kadang saya 'mengajarkan' ke mereka juga dengan cara yang tidak baik.. saya mengatakan bahwa diri saya adalah trouble maker d posko. 

malam itu, banyak yang minta maaf ke saya... afwan, bukannya saya angkuh atau sombong, tanpa mereka minta maaf, In syaa Allah juga sudah saya maafkan. ini bukan masalah permohonan maaf juga, tapi bagaimana cara kita untuk mengintrospeksi diri dari apa yang kita lakukan, dari kesalahan yang kita perbuat agar nantinya tidak kita ulangi lagi...

ya, saya juga akui..
saya sering ga bisa nahan emosi di sana, saya sering nyindir-nyindir.. mungkin di sana saya futur. Astagfirullahal'adzim... ya, begitu juga yang dirasa oleh seorang teman saya, ikhwan aktivis dakwah juga, dia juga bilang kalau amalannya banyak yang terputus selama Kukerta. Ya Allah, maafkan kami :'(

Dan hal yang sangat saya rindukan adalah bersama anak-anak SLB Negeri.. mereka tidak cacat, mereka sempurna.. mereka malaikat.. saya sangat sayang sama mereka.. saya ingat pelukan mereka.. Allah, izinkan hamba bertemu mereka lagi :'(

saya juga rindu bantu ibu-ibu di posyandu, ibu LPM, Bude Pon, Pak Rahman, Mbah, Kak Shinta, Kak Tiwi, Indra (dari UR), Lia (dari UR), Ricky (dari UR) dan kenangan yang ada di posko.. :')

 beberapa jam sebelum Kukerta berakhir dan kami kembali ke daerah *halah

 silaturahim dulu ke rumah warga~

bantu ibu-ibu ini ngedata BKM untuk PNPM

ceritanya saya lagi ngecat, etapi ini beneran ngecat loh

anak-anak SLB Negeri Binta. karena mereka istimewa

 ini jagoan saya, namanya Alul. dia mengalami keterbelakangan mental

Dinda, Ika, Wahyu dan Alul. Ah.. kakak sayang sekali sama kalian :*

sekarang, setelah Kukerta selesai. semakin banyak kebenaran yang terkuak *halah*, ya.. mereka sudah benar-benar tahu siapa dan siapa.. sudah tahu siapa yang mencuri uang dan barang selama di posko, dan sudah tau siapa yang suka mengadu domba selama ini (sebenarnya saya sudah tahu semuanya, tapi saya diam.. toh saat itu, yang namanya orang 'gak suka' sama kita, kebenaran apapun yang kita katakan akan tetap salah, makanya saya memilih diam dan membiarkan mereka terlebih dahulu, gak bener-bener diam sih.. yang 'sekubu' dengan saya sudah saya kasi tau) .. memang, selalu ada hikmah di balik semua yang terjadi...

Tangki Air. Nasi Kuning depan Masjid Ar-Rahman. SLB Negeri. Rumah Kak Shinta.. hhe, saya rindu itu semua~ :')


Tidak ada komentar:

Posting Komentar