Selasa, 15 Oktober 2013

Tentang Asbak, Piring dan Kisah Buruk di Masa Lalu

Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamualaykum,

postingan ini, sedikit 'mereview' tulisan dari Bang Fatih, tentang saya yang katanya "The Kugy-Bonaparte"...

"Pada proses kreatifnya menekuni dunia menulis, Linda pernah terantuk karang yang menggembosi semangat menulisnya. Karang itu bernama cinta. Menurut Asbak (nama lain karang yang saya dan Linda sepakati) tulisan Linda tak ubahnya sampah; bau dan tak berguna. Kalau saja saya ada di depan Asbak, tentu saja saya sudah melemparnya ke tong sampah. Karena Asbak, sebagaimana asbak pada umumnya, adalah tempat sampah bagi abu rokok saya. Ia pantas menerima itu, karena tidak menghargai payah, gelap, serta kelamnya selama berproses menciptakan tulisan.



Legitimasi Asbak yang seenak udelnya itu menina-bobokkan Linda. Kau tahu, sesekali cinta selain membutakan, juga menjengkelkan. Asbak pun menabur benih benalu yang menggerogoti kecintaan Linda pada dunia menulis. Seberapa kali pun saya coba menyingkirkan benalu dari kepala Linda, tetap saja saya gagal. Inilah mengapa pujangga pernah menulis bahwa cinta membutakan.

Oke. Linda sudah terjangkit benalu." - Bang Fatih-

>>  yah, saya tahu bagaimana keadaan saya saat itu. saat dimana saya terjebak cinta semu. cinta yang harusnya tak layak untuk lahir tapi terlahir pada akhirnya. saat itu, rasanya saya dipecundangi. ya, 2,5 tahun saya merajut asa.. menanti laki laki masa lalu itu pulang tanpa pernah sekalipun saya tak setia. tapi apa ? dengan mudah saat itu dia menggantikan saya dengan perempuan yang mungkin sama gilanya dengan dia.  dan tahu apa yang terjadi saat itu ? ya, satu minggu kerjaan saya hanya nangis di kamar, tanpa makan, hanya minum. di kampus ? saya duduk di barisan paling belakang dan masih menangis. saya sendiri miris dengan diri saya ketika mengingat masa itu. dan tentu juga, itu pelajaran untuk saya, karena saat itu... saya menjalin hubungan yang sama sekali tidak ada dalam aturan Islam : Pacaran.

kembali lagi, meski laki-laki masa lalu itu menghina saya, menyatakan bahwa saya tidak bisa menulis, tulisan saya buruk, tak berkualitas bahkan dia menyuruh saya untuk berhenti menulis (ya, bayangkan saja, ketika kita suka menulis, laki-laki yang kita sayangi justru mematikan mimpi kita dengan berkata seperti itu, apa rasanya ?).. tapi saat itu, saya masih menulis untuknya meski tak pernah ia baca sama sekali selain itu saya juga masih membuat bintang-bintang kecil dari kertas origami untuk saya masukkan ke dalam stoples bening... bintang sebanyak hari saya menanti dia pulang. meski pada akhirnya, SEMUA ITU SAYA BUANG. tulisan saya ? Ya, memang berat menghapus ide, cerita dan apapun namanya yang telah kita tuangkan... tapi saat itu, saya tidak peduli, sakit ini sudah mendarah daging rasanya... dan apapun itu, saya hapus. hingga tidak ada lagi kenangan tentang laki-laki masa lalu itu yang tersisa.

Ya, benar. laki-laki itu hanyalah benalu dan dia pantas diibaratkan sebagai asbak, tak hanya untuk membuang abu rokok, tapi juga sampah.

"Yang membuat saya bahagia, bukan karena pada akhirnya Linda menepati janjinya. Melainkan karena benalu itu sudah benar-benar musnah dari kepalanya. Cerita punya cerita, Asbak yang terkutuk itu sudah berganti dengan Piring. Kata Linda, Piring berhasil menghalau tumbuhnya benalu kepalanya. Tentu saja saya jadi penasaran, bagaimana Piring bisa melakukannya. Linda hanya menjawab dengan tertawa, sambil berujar riang, “pegang hape saja sampai gemetar begini, Bang.”" -Bang Fatih-

>> Piring. dipilih karena saat itu di meja ada asbak dan piring. Ya, laki-laki itu berhasil menyingkirkan benalu dalam diri saya. dia berhasil membangunkan saya lagi, dia yang rela mengulurkan tangannya untuk saya raih saat saya terperosok dalam jurang karena ulah si asbak, tak hanya itu... luka-luka yang nyaris membuat saya 'mati' pun turut disembuhkan olehnya pelan-pelan. saya punya banyak 'hutang' dengan piring. Ya, dia juga yang membuat saya menulis lagi, hari itu... dia bilang "menulislah lagi, bikin untuk saya"... dan semenjak itu, saya kembali menulis. meski sekarang, semua itu harus saya pendam karena saya tidak mau lagi Allah swt murka pada saya karena masalah hati hingga akhirnya saya memilih untuk menjaganya lewat doa.. menitipnya pada Allah swt.

"Wah linda keren ya.
Asbak? wah..
Entah harus setuju atau tidak dengan istilah itu ya..
Bagi saya linda itu seperti sebuah karang di ujung pantai. Tegar dengan terpaan ombak peliknya dunia. Saya tidak pernah melihat teman '3 masa' itu kecil. Baik sosoknya ataupun dirinya. Sejak SD hingga terakhir kali bertemu, linda selalu punya kisah ajaib diluar dunia saya. Sebuah pribadi yang ... membuat saya tersenyum kagum. Review yang cantik untuk teman masa kecil saya, Terimakasih. Dia memang hebat :D " -Vitrie-

> ini komentar dari 'sahabat tiga masa' saya : Vitrie . dan entah kenapa... saya menangis saat membacanya. Vit, justru terkadang saya 'iri' dengan kisah ajaib mu juga.. kisah ajaibmu yang mungkin tidak bisa saya rasakan dalam dunia saya. tapi ya, mungkin kita semua punya kisah ajaib yang kita sendiri akan mengukirnya.. saya sayang kamu, Vitrie... sahabat tiga masa : SD, SMP dan SMK. sahabat main kasti saat SD, sahabat ngetawain orang olahraga saat SMP dan sahabat yang selalu ngajarin saya saat SMK :')



saya tidak tahu, apa benar saya adalah "The Kugy Bonaparte" seperti yang kalian anggap, tapi saya senang dengan sebutan itu. saya tetaplah diri saya... saya tidak ingin merubah apa yang ada dalam diri saya karena bahkan apa yang ada dalam diri saya adalah titipan dari Allah swt. dan se-Bonaparte apapun saya, saya tetaplah seorang wanita yang terkadang butuh bahu, butuh tempat bersandar, butuh sosok yang mau mendengar keluh kesah saya dengan sabar, sosok yang ikhlas menghapus airmata saya.. tapi mungkin sekarang belum waktunya saya bertemu dengan sosok itu, nanti, suatu hari, In syaa Allah.

setidaknya, terima kasih untuk 'Piring' yang sempat menjadi itu semua meski secara tidak langsung.. saya titip kamu pada Allah swt.. setidaknya kamu 'berjasa' dalam hidup saya. biar Allah swt yang membalas kebaikan kamu.

dan jangan lupa, tanpa kalian... saya bukan apa-apa... 

1 komentar: