Minggu, 17 Agustus 2014

Kembalikan Cinta itu Pada-Nya

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum ^^

"Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta akan kembali pada-Nya" 
-IF-

"Ada seorang akhwat belum mau menikah namun sudah bertubi-tubi yang datang melamar. gimana ya, terkadang kebaikan itu memang harus dipaksakan. banyak lho akhwat yang menunggu dikhitbah tapi masih belum dikhitbah-khitbah. Jadi, kalau sudah berkali-kali ada yang ingin melamar tapi masih menolak, coba tanya dalam diri: dalam rangka apa tidak menerima?"
 -SAF-

dua kutipan yang menurut saya cukup #makjleb.

tentang kutipan pertama,
percayalah.. salah satu hal terberat bagi saya adalah ketika dititipkan sebuah fitrah oleh Allah Swt. bukan, bukan saya tidak bersyukur, namun saya takut gagal mengelolanya. fitrah berbentuk sebuah cinta, sebab jika kita tak bisa mengelolanya, perasaan itu akan diliputi oleh nafsu, puncaknya.. mungkin akan mencintai seseorang diatas mencintai Sang Maha Pencipta Makhluk.

saya benci jatuh cinta, saya benci ketika seseorang mulai masuk dalam hati saya. meski kata orang, jatuh cinta itu berjuta indahnya, tapi tidak bagi saya. jatuh cinta itu memang menyakitkan, namanya juga jatuh. kalau boleh menolak fitrah, pastilah saya menolak untuk merasakan itu, khususnya pada seseorang yang bukan dan memang tidak akan pernah menjadi mahram saya. sama seperti tahun lalu, ketika menyadari perasaan itu ada, saya hanya mampu menangis, mungkin iman saya turun saat itu hingga ada Virus Merah Jambu yang menjangkiti hati. 

saya benci jatuh cinta, saya takut gagal mengelolanya. saya takut kecewa lagi. jikapun saya mencinta, saya hanya ingin mencintai sosok yang pasti menjadi imam saya. siapa ? saya tidak tahu, hanya Allah Swt yang tahu. 

memang ada banyak cerita yang tercipta selama masa penantian ini. mereka yang datang, pergi, menerima, menolak dan yang tetap bertahan dalam hati saya hingga akhirnya membuat saya lelah, saya menyerah.. kasarnya, saya ingin perasaan saya untuk seseorang ditiadakan terlebih dahulu jika memang belum waktunya. saya sudah capek. bukan bermaksud mengeluh, tapi hati adalah salah satu cobaan terberat bagi seorang perempuan, ditambah lagi perempuan adalah sumber fitnah. jelaslah tak ingin sebuah fitrah menjadi fitnah. 

dan benar, pada akhirnya.. orang yang jatuh cinta akan kembali pada-Nya. mengembalikan hati pada Sang Maha Cinta. mengembalikan rasa pada Allah Azza Wa Jalla. mengosongkannya hanya untuk yang benar-benar layak, yang akan berucap Mitsaqon Ghaliza kelak.


selama saya menunggu waktu, saya masih akan terus belajar. saya merasa masih bobrok, ilmu saya masih ga ada apa-apanya. dan kini, hanya berharap Allah akan benar-benar menyiapkan saya sebagai sosok yang ideal, sosok yang menenangkan kelak.. yang memiliki kelembutan luar biasa... sosok yang mampu saling melengkapi ketidaksempurnaan seseorang. In shaa Allah..

dan ya, bersabarlah dengan sebaik-baiknya kesabaran yang dimiliki. perbaiki diri sebaik-baiknya. 


"karena cinta adalah mengambil kesempatan atau mempersilakan. ia adalah keberanian atau pengorbanan"

1 komentar:

  1. menikah itu bukan perkara umur, siapa yg lebih tua maka dia harus menikah duluan. bukan begitu. siapa yang jodohnya datang duluan, ya dia yang menikah duluan. itu kata mamah dedeh, gak tau deh kalo kata Bu Linda :)

    BalasHapus