Sabtu, 04 Juni 2016

Dear Di... Kamu Kuat.

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaykum,

Perempuan itu terlihat cantik, lengkap dengan balutan busana syar'i yang digunakan. auratnya tertutup sempurna. Ia berdiri tepat di depan pintu kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, 2013 silam. Perempuan berperawakan tak gemuk dan tak juga kurus itu tersenyum sembari melambaikan tangan. mantap. tanpa ada rasa canggung sedikitpun. Padahal, kau tahu ? Itu adalah pertemuan kali pertama saya dengannya.

Perkenalan dan persaudaraan kami dimulai saat kami disatukan dalam sebuah komunitas, 2012 silam. Sedikit kenakalan bagi kami yang baru saja hijrah hingga beberapa orang memutuskan untuk membuat "grup kecil-kecilan" yang di dalamnya juga terdapat kami berdua. Dari grup itu, kami mulai berbagi cerita, kisah lalu, suka, duka dan hal lainnya mengalir di sana. Kala itu, kami masih berstatus single.

Kembali pada pertemuan pertama saya dengannya,
Musyawarah Nasional Pertama, kala itu diadakan di Depok. Maka, saya yang berasal dari Kota Batam turut menghadirinya sedang saya sendiri tak tahu harus menginap dimana saat itu. Dan perempuan itu, tanpa menaruh curiga (padahal baru kenal.. ah, Allah SWT.. sungguh indahnya prasangka baik yang kau beri pada hamba-Mu) dan langsung menawarkan diri agar saya menginap dirumahnya selama seminggu, di Jakarta.



Pintu kedatangan Bandara Soekarno-Hatta. Tanpa canggung, ia melambaikan tangan seolah sudah sering bertemu dengan saya, seolah sudah tahu dan hafal benar dengan wajah saya tanpa takut salah menerka. Padahal, ia hanya mengenali wajah saya melalui foto yang sering dikirim melalui media sosial yang digunakan.

Satu minggu,
Saya menginap di rumahnya. Sebagai tamu, saya mestilah tahu diri, segan rasanya. Namun ia selalu berkata agar jangan malu-malu dan sebagainya, berusaha membuat saya agar senyaman mungkin.

Satu minggu,
Saya menginap di rumahnya. Menghabiskan waktu untuk pergi mengikuti Musyawarah Nasional atau bahkan sekedar berjalan-jalan; berpetualang ke Depok bersama Mbak Diah dan Mbak Nela hingga malam hari dan kami naik kereta terakhir menuju Jakarta.

Ukhuwah.
Iya, dari situ saya pun mulai semakin mengerti maknanya.

Sedang waktu berlalu, ia masih tetap menjadi sahabat yang baik untuk saya.
Hingga pada Desember 2013, ia mengabari bahwa ia akan menikah di tahun 2014. Dengan seorang lelaki yang memilihnya sebagai calon istri dan ibu untuk anaknya kelak. Lantas kami yang terdiri dari perempuan-perempuan single-pun bahagia. Bagaimana tidak ? Akhirnya ia yang menjadi pembuka diantara ke-single-an kami..


Barakallahu laka wa baraka alaikuma wa jama'a baina kuma fii khoyr,
Dia resmi menyandang status sebagai istri dari sosok lelaki itu. Menjalani hari, hingga akhirnya ia mengabari bahwa ada dua garis merah pada test pack-nya. Alhamdulillah.. Barakallah...

Hingga waktu terus berlalu, dan satu persatu diantara kami pun mulai mengakhiri masa single (kecuali saya yang sampai kisah ini di tulis, saya masih menanti pemilik diri, rusuknya) dan sibuk dengan kesibukan masing-masing.

Sedang saya sempat memilih keluar dari grup itu karena merasa minder single sendiri. Namun, pada akhirnya saya merasa "kehilangan" mereka.. saya kembali ke grup itu : grup kecil-kecilan yang dulu selalu membuat gadget cepat kehabisan baterai kini mulai sepi, berbulan-bulan tak berbunyi, tak ada cerita. tak ada kisah.

Hari ini,
Inna lillahi wa inna ilayhi rajiun..
mendadak satu dari penghuni grup menghubungi saya. menanyakan kebenaran atas berita meninggalnya suami perempuan itu. Kaget ? Iya! Syok? Iya!. Insyaa Allah.. dia adalah sosok perempuan baik, maka pastilah sang suami juga orang yang baik, sebab janji-Nya pasti, perempuan baik akan berjodoh dengan lelaki baik. Bahkan hingga saya menulis blog ini, proyektor otak saya masih menyimpan berbagai memori tentangnya; saya bahkan tak mampu berkata banyak.

Di Jannah-Nya, ia sedang menunggu. Insyaa Allah.
Depok, 2013.


Dear Di, 
saya tahu kamu adalah perempuan yang kuat, 
terbukti dari kisah-kisah yang selalu kamu ceritakan kepada kami. 

Dear Di, 
saya percaya kamu dipilih Allah Swt karena imanmu jauh diatas kami..
kamu mampu menghadapi berkali-kali kehilangan,
dan kali ini.. sang penyempurna kekuranganmu diambil kembali oleh-Nya..

Dear Di, 
saya tahu kamu adalah perempuan tangguh,
duplikat suamimu telah kau lahirkan lewat rahimmu.. 
maka, didik ia akan menjadi sebaik-baiknya anak yang menjadi tabunganmu dan tabungan kekasihmu..

Dear Di, 
semoga kelak kalian akan dipertemukan kembali di Jannah-Nya..
Insyaa Allah. Aamiin Allahumma Aamiin..







Batam, 
Maafkan saya yang ntah kemana selama ini. 
Linda


Tidak ada komentar:

Posting Komentar