Selasa, 03 Januari 2017

Lelaki itu Kembali Hadir

"Allah.. kuserahkan segalanya, hidup dan matiku Engkau yang tahu. Pertemukan aku pada hamba-Mu yang mencintaimu setulus hatinya" -Sigma-

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaykum,

Lelaki itu kembali hadir, ia tiba.
Kali ini, ia tak sendiri; namun bersama keluarganya. 

Diiringi rintik hujan yang membuat sebagian orang merasa bahwa pertemuan 'kan terhambat, ia datang dengan tekadnya, dengan niat yang sudah tertanam dalam dirinya. Insyaa Allah. Sedang husnudzon dalam diri, Allah Swt sedang memberkahi pertemuan malam itu, Allah Swt ridho. Insyaa Allah. 


Dengan di awali dengan lantunan Q.S Al-Baqarah ayat 235 dari lisan lelaki itu dihadapan seluruh keluarga.. maka, niatpun terucap. Insyaa Allah. Dan dengan menyebut asma-Nya, saya ridho menjadikannya imam, ayah untuk anak-anak saya jika Allah mempercayai saya menjadi penjaga amanah, mempercayai rahim yang kini masih tenang 'tuk melahirkan mujahid/ah yang memberatkan bumi Allah Swt dengan lafadz Laa Ilaha Illallah.. menjadikannya pendamping saya hingga ke surga-Nya. Insyaa Allah.

Dan melingkarlah cincin di jari ini, dipasangkan oleh Sang Ibu, wanita separuh baya yang Insyaa Allah kelak juga 'kan kubaktikan diriku padanya. 

Tau bagaimana rasanya ?
Saya hanya ingin menangis, sejujurnya.
Tersebab Ayah saya, iya, dalam hitungan hari ia 'kan dijabat tangannya oleh seorang pemuda yang dengan ketulusan hatinya bersedia menjadi penjaga sang anak gadis. Insyaa Allah. Maka saat itu, anak gadis yang sudah dinafkahinya 'kan hidup bersama "orang lain", bakti si anak yang sudah dididiknya berpindah pada si lelaki. 

Dan tentunya, Ibu saya..
Masih, selalu, terngiang dalam benak, tentangnya yang terbaring dalam keadaan sakit dan azan yang terlantun siang itu 'tuk mendoakan saya, putri bungsunya. Iya, Ma, Linda sudah tiba di sini, melewati satu persatu rangkaian dari doa Mama siang itu. Tak ingin berandai tentang kehadirannya, namun yang pasti, saya rindu. Banyak hal yang ingin saya ceritakan padanya. 

Namun yang saya tahu,
Rahasia Allah Swt memang selalu tak tertebak. Tak peduli tentang segala komentar yang tak paham. Saya hanya menaruh percaya, bahwa semua takdir Allah Swt itu baik.. maa qadaruLlah khayr.. 

Salah satu hal yang kembali membuat saya tertegun dalam pertemuan, ketika ada nasihat, pesan atau wejangan yang terucap.. iya, logika kita takkan mampu menggapai takdir-Nya..

Lelaki yang terlahir ratusan kilometer jaraknya dari kota kelahiran saya, yang sudah memijakkan kakinya kemanapun; yang pastinya sudah menemukan banyaaak gadis cantik dan sempurna, namun akhirnya memilih 'tuk berhenti pada satu pilihan: saya. Insyaa Allah *eaaa kepedean*

Saya yang terlahir 4 tahun setelah ia terlebih dahulu menjamah bumi, yang tumbuh dan mendewasa pada kota yang sama; yang pastinya sudah menemukan banyaaaaak pemuda dalam menjalani hari pada akhirnya memilih 'tuk berhenti pada satu pilihan: lelaki itu. Insyaa Allah. 

Bagaimana bisa ?
Takdir Allah Swt, iya, takdir Allah Swt selalu baik. Maa qadaruLlah khayr.. itu yang selalu saya yakini. terlebih setelah patah, hancur, rapuh dan bentuk tak terkira lainnya yang hati saya rasakan selama ini, semua diganti oleh Allah Swt dengan hati yang baru, Insyaa Allah.

Sedang dalam menanti waktu, tugas saya kembali terus belajar. Meniatkan segala untuk ibadah, LiLlah, karena Allah Swt. Menundukkan pandangan dan terus beristikharah meminta keyakinan-Nya, sebab kita tahu, sedetik saja takdir Allah Swt bs berubah. Namun yang pasti, yang saya tahu, saya hanya perlu husnudzon pada-Nya sebab Allah Swt 'kan bersama prasangka hamba-Nya. Insyaa Allah.




Iya, semoga Allah ridho.. semoga Allah ridho.. semoga Allah ridho.. Allah mudahkan segala jalan menuju kebaikan, Insyaa Allah.. Aamiin.. 

"Cinta bertasbih, agungkan nama-Nya.. segala uji-Nya takkan sia-sia, sejuta doaku hanya untuk dia" -Sigma-



Bumi Allah,
Khitbah, 01.01.17
Semoga Allah ridho atas kita. Insyaa Allah.

1 komentar:

  1. uwaaaaahhh bakalan ada pernikahan lagi tahun ini, moga lancar hingga hari H ya lindaa, btw ini bukan cerpen kan :D

    BalasHapus