Senin, 20 Maret 2017

Menggenap

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaykum...


Pagi itu, 05 Maret 2017.
Seorang lelaki, yang baru 5 bulan saya kenal, dengan mantapnya berucap akad. Laki-laki itu, dengan tekadnya, menggetarkan 'Arsy Allah Swt, dengan disaksikan para malaikat, menjadikan saya sebagai makmumnya, teman hidupnya.

Iya, lelaki itu...
Lelaki yang selalu saya rapalkan doa untuknya, selalu saya titipkan rindu pada Rabb-saya.. yang selalu saya nantikan : ia sudah tiba, di waktu yang tepat, tidak terlambat dan tidak cepat. Lelaki yang selama ini tidak pernah saya kenal, tidak pernah saya ketahui namun ternyata menjadi tujuan dari doa-doa saya... Insyaa Allah.

Tidak tahu bagaimana mendefinisikan rasanya; ketika untuk pertama kali saya harus menatap matanya, ketika pertama saya menggenggam tangannya, ketika saya harus berada di dekatnya; menceritakan banyak hal tentang hidup, tentang hal yang selama ini selalu menjadi rahasia, tentang kisah yang terpendam.

Lelaki itu... yang mampu menghapus semua tangis, mampu menyembuhkan luka, mengganti hati yang selama ini remuk dengan caranya. iya, lelaki yang selalu saya tatap ketika ia terlelap... lelaki yang sudah berjuang untuk menghalalkan saya, menjadikan saya sebagai tanggungannya untuk surga dan nerakanya..



Ya, tidak tahu bagaimana mendefinisikannya.. tapi Allah Swt sudah menumbuhkan cinta itu dengan sempurna, Insyaa Allah; tidak tahu alasan apa bagi saya untuk sayang padanya saat ini, untuk memeluknya setiap hari.. yang saya tahu, semua itu karena Allah Swt. :)

Sabtu, 18 Maret 2017

Ma, Lelaki itu Sudah Hadir...

Bismillahirrahmanirrahim..

Ma,
Lelaki itu sudah tiba,
Tak terlambat, tak juga cepat : ia hadir di waktu yang tepat, Ma; setelah 24 tahun aku menantinya.

Ma,
Lelaki itu kini hadir,
Lelaki yang pernah kau mintakan pada-Nya untuk menjadi pembimbing anakmu kala adzan berkumandang, kala kau terbaring menahan sakitmu yang menahun; lelaki yang selama ini ku doakan langkahnya 'tuk menujuku.. meski saat itu pun kita tak tahu "siapa", masih menjadi rahasia-Nya saat itu. Namun yang aku tahu, aku selalu meminta penjagaan terbaik dari-Nya ketika kami belum dipertemukan.

Ma,
Lelaki itu kini telah berada di sisi,
Ketika dengan gagahnya ia menghadap Ayah untuk meminta anak bungsumu 'tuk menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anak dari seorang 'asing' yang selama ini menjalani hidup masing-masing; lelaki yang dengan mantapnya berucap akad atas aku sebagai gadis yang dipilihnya, yang telah menggetarkan 'arsy-Nya saat Mitsaqon Ghaliza terucap dari lisannya. atas izin Allah Swt, pastinya.

Iya, Ma,
Ia hanya lelaki sederhana yang kuterima sebagai imamku dengan menyebut asma-Nya, lelaki yang menjadi jawaban atas segala doa dan tangis yang selama ini tercipta dalam istikhoroh panjangku.

Iya Ma,
Aku jatuh cinta padanya.. cinta itu telah Allah Swt tumbuhkan.. lewat baris kata sederhana yang ia tuliskan kala itu. lewat tuturnya dan tatap matanya kala pertama aku bertemu dengannya.

Maka, Ma, restumu selalu kurindui.
Izinkan kelak aku 'kan memperkenalkannya langsung padamu di surga-Nya. Insyaa Allah.




Bumi Allah Swt,
Rindu, Ma.